
Pemerintah Kota Palu kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan melalui kegiatan Sarasehan Moderasi Beragama Tahun 2025 yang digelar di Auditorium Kantor Wali Kota Palu. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Ibu Irmayanti Pettalolo, S.Sos., M.M, didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu.
Humas: Bid.Kesba Badan Kesbangpol Kota Palu
Dalam sambutannya, Ibu Irmayanti menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan pilar penting dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Palu. “Moderasi beragama adalah jalan tengah yang menghindarkan kita dari ekstremisme dan intoleransi. Ini adalah fondasi untuk membangun masyarakat yang damai dan saling menghargai,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Saprillah, S.Ag., M.Si, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar sebagai narasumber utama. Beliau turut didampingi oleh Kasubag Tata Usaha Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar, yang bersama-sama menyampaikan materi tentang strategi penguatan moderasi beragama di tingkat lokal dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Sarasehan ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, yang terdiri dari para penyuluh agama se-Kota Palu, pengurus Forum Pembauran Kebangsaan Kota Palu, Pengurus FKUB Kota Palu serta perwakilan Dewan Adat Kota Palu. Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai perspektif dan pengalaman dibagikan oleh peserta dalam upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan inklusivitas.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Hj. Rosna, SH, M.A.P, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Palu. Dalam laporannya, Hj. Rosna menyampaikan bahwa sarasehan ini merupakan bagian dari program strategis Kesbangpol untuk membangun ketahanan sosial berbasis nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.
Dengan semangat kolaboratif, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kedamaian dan persatuan di Kota Palu.